{"componentChunkName":"component---src-templates-verse-by-verse-template-tsx","path":"/37/177","result":{"pageContext":{"data":"{\"languageCode\":\"id\",\"chapterNumber\":37,\"verseNumber\":177,\"verses\":[{\"translationCode\":\"id-indonesian\",\"translator\":\"Indonesian Ministry of Religious Affairs\",\"translationName\":\"Bahasa Indonesia\",\"text\":\"Maka apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.\"},{\"translationCode\":\"id-jalalayn\",\"translator\":\"Jalal ad-Din al-Mahalli and Jalal ad-Din as-Suyuti\",\"translationName\":\"Tafsir Jalalayn\",\"text\":\"(Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka) maksudnya, di tengah-tengah mereka. Sehubungan dengan makna lafal As-Saahah ini Imam Al-Farra mengatakan, bahwa orang-orang Arab bila menyebutkan suatu kaum cukup hanya dengan menyebutkan halaman tempat mereka tinggal (maka amat buruklah) yakni seburuk-buruk pagi hari adalah (pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) di dalam ungkapan ayat ini terdapat Isim Zahir yang menduduki tempatnya Isim Mudhmar.\"},{\"translationCode\":\"id-muntakhab\",\"translator\":\"Muhammad Quraish Shihab et al.\",\"translationName\":\"Quraish Shihab\",\"text\":\"Tatakala siksa itu turun di halaman mereka yang luas, maka amat buruklah pagi yang dialami oleh orang-orang yang diberi peringatan berupa siksa itu.\"}],\"textArabic\":\"فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ\"}"}},"staticQueryHashes":[]}